Rabu, 12 Januari 2011
Iklan RumahCokelat-Qta
Label:
about chocolate,
bisnis islami
Senin, 20 September 2010
Abdurrahman bin Auf, Sukses yang Mengguncang Dunia
Jika al Khawarizmi mampu mengguncang dunia di abad 8 Hijriah, maka hal yang sama juga terjadi dalam rentang 14 abad Islam menaungi 2/3 belahan dunia, merahmati alam raya. Salah satunya adalah sahabat Abdurrahman bin Auf yang telah mengguncang dunia melalui keteladanannya sebagai muslim sejati, termasuk dalam berbisnis yang dilakukannya pada abad 1 Hijriah.
Abdurrahman bin Auf termasuk generasi sahabat yang masuk Islam sangat awal, menjadi orang kedelapan yang bersahadah 2 hari setelah Abu Bakar. Beliau termasuk salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga.
Abdurrahman bin Auf termasuk generasi sahabat yang masuk Islam sangat awal, menjadi orang kedelapan yang bersahadah 2 hari setelah Abu Bakar. Beliau termasuk salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga.
Label:
artikel,
bisnis islami
Kiat Sukses Bisnis
Dr. Rhenald Kasali dalam kata pengantar buku 50 Usahawan Tahan Banting, Kiat Sukses di Masa Krisis menyarikan kiat sukses bisnis mereka dengan 5 kunci sukses standar yang khas:
- Reputasi dulu. Caranya? Bangunlah nama baik, keahlian, kepercayaan, kualitas dan harga diri. Begitu Anda dikenal dalam bidang usaha Anda, uang akan datang mengejar Anda.
- Tumbuh dari bawah. Binis yang baik tidak pernah tiba-tiba besar. Hampir semua pengusaha sukses, merintis usahanya dari bawah hinga mencapai sukses.
- Konsentrasi di bidang yang dikuasai. Penguasaan bidang menjadi syarat mutlak untuk maju. Belum pernah terdengar kisah sukses pengusaha yang berada dalam bidang yang tidak dikuasainya sama sekali.
- Anti kerumunan. Bisnis yang diawali dengan mengkopi sukses orang lain dan masuk dalam kerumunan sangat berbahaya. Dalam kerumunan akan sulit bernafas, bahkan sulit keluar dengan mulus. Kemungkinan babak belur sangat besar.
- Modal hanyalah pelengkap. Dalam berbisnis, modal uang jelas bukanlah segala-segalanya. Keahlian, jaringan, nama baik, penguasan teknologi, pengetahuan mengenai pasar adalah modal yang sama pentingnya dengan uang.
Seorang Muslim Sejati dengan Mimpi Besar Sukses Sejati Dunia Akhirat-nya sudah semestinya memiliki dan menjaga reputasi diri dan bisnisnya agar selalu kafa’ah (cakap dan ahli), himmah (etos kerja tinggi) dan amanah (terpercaya). Karena ini sesungguhnya adalah implementasi dari keimanannya. Dengan tiga reputasi ini, ia akan konsentrasi di bidang yang dikuasai dan menumbuhkan usahanya dari bawah dengan orientasi profit, tumbuh, sinambung dan berkah. Ia juga akan berupaya sungguh-sungguh untuk tidak mengekor dalam kerumunan, namun dengan kesungguhan, kreativitas dan improvisasi tiada henti boleh jadi ia yang akan dikerumuni. Dan, tentu saja, ia akan menjadikan segala sumberdaya yang melekat pada dirinya sebagai modal yang melengkapi modal awal yang telah ia miliki, yaitu reputasi. Catatannya lagi, semua yang ia lakukan adalah dalam kerangka meraih bisnis yang penuh ‘berkat’ dan berkah, karena sukses yang ingin ia raih adalah sukses sejati dunia akhirat. Insya Allah.
sumber: www.pengusaharindusyariah.com
Label:
artikel,
bisnis islami
Minggu, 06 September 2009
Unsur Pembuat Cokelat Dapat Meredakan Batuk
Ramuan bahan yang ditemukan pada cokelat dapat dikembangkan menjadi obat batuk yang lebih efektif. Berdasarkan hasil sebuah penelitian, salah satu unsur bahn pembuat cokelat dapat meredakan batuk yang terus menerus.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa theobromine, salah satu unsur yang ditemukan pada cocoa, ternyata lebih efektif menghentikan batuk yang bertubi-tubi atau terus-menerus dibandingkan codeine (obat batuk yang dinyatakan paling efektif saat ini).
Walaupun hanya penelitian kecil yang hanya melibatkan 10 orang, para peneliti mengatakan bahwa apabila lebih banyak lagi tinjauan studi yang dilakukan untuk mengkonfirmasi hasil tersebut di atas, amak unsur cokelat tersebut dapat digunakan untuk menciptakan obat batuk yang lebih baik dengan efek samping yang jauh lebih sedikit daripada obat-obatan yang ada sekarang.
Diketik ulang dari TULIP Bulletin Januari-Februari 2005
Label:
about chocolate
Tentang Kami
Nama adalah doa. Begitulah yang kami yakini, sehingga pemberian nama Rumah Cokelat Qta bukanlah sekedar pencarian kata yang asal-asalan. Lebih dari itu, pemberian nama Rumah Cokelat Qta penuh pemikiran dan makna. Setiap kata penyusun nama Rumah Cokelat Qta memiliki makna yang masing-masing saling melengkapi.
Kata ‘Rumah’ menunjukkan bahwa usaha ini dimulai dari rumah. Bagi kami rumah adalah tempat yang sangat istimewa. Rumah adalah tempat perpaduan antara kehangatan keluarga, penanaman disiplin, penumbuhan etos kerja, serta pengembangan karakter/mental juara. Tentunya masih banyak lagi keistimewaan rumah, tapi setidaknya poin-poin itulah yang paling kami rasakan.
‘Cokelat’ merupakan bahan sekaligus produk utama kami. Cokelat adalah bahan yang istimewa. Selain lezat, cokelat juga mengandung gizi yang baik bagi tubuh. Namun bukan berarti tidak ada resiko dibaliknya bila kita mengkonsumsinya secara berlebihan.
Adapun ‘Qta’ menurut kami memiliki dua makna. Pertama, ‘Qta’ dibaca ‘kita’. Hal ini menunjukkan bahwa usaha ini adalah bukan milik perseorangan dalam keluarga kami. ‘Kita’ menunjukkan lebih dari satu orang. Ketika kami (dalam keluarga) saling bertanya siapakah yang memiliki usaha ini. Kami sepakat menjawab, “Kita lah yang memilikinya”. Adapun makna kedua dari ‘Qta’ adalah singkatan dari Quality (Kualitas) tanpa akhir. Maksudnya adalah kualitas adalah hal yang penting bagi kami dalam menjalankan usaha ini. Hanya dengan kualitas terbaiklah kami bisa menjaga kepercayaan yang diamanahkan para pelanggan.
Label:
about us
Senin, 31 Agustus 2009
Sejarah Kami
Rumah Cokelat Qta adalah suatu unit usaha rumah tangga yang bergerak dibidang kulinari, dengan spesialisasi cokelat praline. Usaha ini dimulai sejak tahun 2002 dengan pangsa pasar saat itu adalah siswa sekolah dasar dan menengah pertama. Selain itu, usaha ini mulai melebarkan sayap dengan memasarkan kegiatan-kegiatan incidental seperti wisuda. Sebagai usaha rumah tangga yang baru dirintis, maka semua proses mulai dari pembelian bahan, pengolahan bahan, hingga pemasaran dilakukan oleh anggota keluarga.
Bermula dari sekadar hobi, dan keinginan untuk mencari tambahan penghasilan, usaha yang diawali dengan modal sekitar 100 ribu rupiah kini sudah mulai menapaki kemapanan. Pahit manis rintangan yang menghadang tidak menjadikan usaha ini surut, justru sebaliknya usaha ini kini semakin maju. Bahkan mulai awal 2009 usaha rumah tangga ini memberanikan diri untuk mengusung nama Rumah Cokelat Qta sebagai brand product kami.
Langganan:
Postingan (Atom)